Menghapal
December 4, 2009
:nana
aku hapal betul
siapa yang lebih suka hidup
di antara kita berdua
dan aku hapal betul
siapa yang tak bimbang
membawa kenangan dan jejak
yang berkejaran membunuh
selalu kuhapal kau
sebagai waktu senang-senang
antara rahasia dan pengorbanan
antara hening-ramai usia tawa
yang selalu lepas
antara kita berdua
aku yang ingin menari
di lingkaran duniamu
dunia yang kuhapal sebagai cinta
Pembelaan
December 4, 2009
Setelah kau lahirkan aku dengan cinta, apa yang bisa diperbuat waktu dan malaikat. Waktu sedemikian rupa hanya menyediakan setumpuk novel dan puisi cinta, tak pernah diberikanya perasaan terdalamnya. Malaikat sekedar menata aturan-aturan dan mencatat pelanggaran, tak pernah ada sesuatu yang sejuk atau membanggakan dari jiwanya. Padahal setiap kedatangan mendatangkan kehilangan, mendatangkan pengorbanan (aku tetap rahasiakan siapa yang sudah kau korbankan). Setelah kau lahirkan aku dengan cintamu yang berkalang-kabut menyebut waktu dan malaikat sebagai penentu kebahagiaan, apa yang bisa diperbuat mereka berdua selain menjaga dunia tetap dalam perbincangan-perbincangan nyinyir dan penuh ironi.
Kekasih, selain pusaran emosi yang kita punya,apa yang bisa kita gerakkan lagi?kenapa selalu harapan-harapanmu berlebihan, seperti main-main. Takkah musim membuatmu sadar perihal arus dan potongan-potongan emosi, perihal sepi yang selalu siap menghantui kita.
Setelah kau lahirkan aku dengan cinta, aku menyelam ke seluruh dirimu, mencari-cari galau dan mimpi. Aku yakin di galau dan mimpimu bisa kutemukan alasan masuk akal atas semua harapan dan imajinasimu. Harapan dan imajinasi sering berarti kosong, berarti hampa, tak ada arti. Takkah kita bagai sakit jiwa jika menurutimu: menanti waktu dan malaikat berduyun menyampaikan salam bahagia atas cinta kita. Kekasih, mencintaimu tak lebih dari membangun pondasi baru bagi dunia, melahirkan kecubung-kecubung pikiran tentang dunia yang terlalu bermain-main dengan waktu dan malaikat.
Kekasih, di manakah mesti aku letakkan cintaku?meletakkan kesadaranku untukmu
Ode 17 november
December 4, 2009
tak ada perjalanan
yang bisa meminum air mataku
aku semacam jalan itu sendiri
kedatangan adalah aku, pun kepergian
tak ada rindu yang mengekal
di malamku. cinta adalah pertahanan
diriku adalah suara-suara
malam diam serta tubuh rapuhnya
Perihal puisi #1
December 4, 2009
tak ada esok selain kepalaku
sudah memusingkan teka-teki
ruang yang kau buat
tanpa pintu keluar
kabarnya di luar sudah sunyi
tak ada rindu atau tanda duka
selain lagu dan puisi, selain arah
ke pintu ruang kepalamu
melankolia kesengitan
November 3, 2009
sudah tak ada yang memikirkan bulan bintang
selain pemimpi cinta, selain penyair dan wanita
di dunia indah ini cuma bersemi materi-materinya:
kenyataan abu-abu, rambut, taman di otak
serupa fantasi jalang
yang tergesa memaparkan rindu
yang tergesa mendamaikan duka
oh, waktu yang semacam arena tarung
takjubkan dunia dengan laju emosi
dengan hal-hal yang setengah pergi-setengah datang
sebab kami adalah dua hal bertolak belakang
sebab tak ada kebusukan di antara kami
sebab rindu pun tak bisa kami larung
duhai segala romantisme, duhai segala cinta
mungkinkah rindu kami terlalu suci
hingga tak satu ruang dunia membagi cerita
hingga ruang kami sesak caci maki;
penuh jengah
laut lepas
August 1, 2009
berlayarlah,
air laut akan membawa
badan dan langkah
menghilang
jadilah angin,
membawa perih dalam
pusaran laut
membawa senja makin jauh
teruslah jadi pelayar
mata kami yang basah
Rumah yang jenuh
July 27, 2009
aku menangisimu sebab ciumanmu
begitu beku saat cuaca dingin
oleh isyarat dan makian
sedang bersamamu, aku ingin di kasur
masuklah sedalam mungkin ke rumah
jelajahi tong sampah dan tumpukan cucian
mungkinkah kau bisa dengar getir
getir sentimentil yang terlalu berisik
kutaruh jengkel kita di ruang TV
untuk kita bayangkan sebagai anak kita kelak
bungkus diriku dan telanjangi jalangku
bukankah sudah tertumpuk rindu kita
oleh kotoran kota di luar sana. kemarilah
hentikan setiap air mata dan lupakan arah
buatkan aku duniamu dan kubuatkan kau teh
untuk emosimu. lalu tidurkan cinta ini untuk dunia
Surat cinta
July 27, 2009
setiap pagi dan sore, udara membawa kabar
sempurnanya jarak antara kita dan akhirat
maka pejamkan hatimu untuk rindu
lalu terbanglah membawa beban hidup
untuk sekedar tahu kalimat-kalimat mana
yang perlu kita hafal di depan ayah-ibu
Gumam #2
July 27, 2009
aku tidak merindukan rumah yang kau pugar
hanya aku butuh musim lebaran di hatimu
dan garis lintasan sajak
sebab kau tahu kenapa rindu itu bisu
Gumam #1
July 2, 2009
segeralah berikan suaramu di kupingku
sebab badan sudah perih dengan sajak