Qurban

December 30, 2006

Mimpi dibahasakan perbuatan
Ibrahim hanya pasrah seluruh percaya
Secercah mata si kecil arahkan langkah bersejarah
Memaksa jendral neraka hadirkan kepedihan manusia

Tatapan gaib sang takbir ingin sadarkan manusia
Semilir kesejukan bukan hanya datang dari Tuhan
Ikhlaskan cinta percikkan senyum kaum papa
Pun revolusi harta biaskan arti itu semua

Masjid hanya terpukau
Bejana jiwa semakin sempit memeluk keagungan
Tingkah laku cinta berubah nyanyian tawa setan
Dalam benderang, semangat berganti riya

Apa mau dikata inilah realita nyata
Wajah terhimpit nyeri bukan kosong belaka
Serigala berbulu sapi-kambing makin bebas
Entah keseimbangan bagaimana akan tercapai

Masjid begitu terpukau
Saat sekarang menjadi surau

Leave a Reply