Buat Om Sobron Aidit dan semua pemberontak yang ada untuk Indonesia: “Berdiri tegak menantang arah!dan kau sahabatku mari kita bersulang!!”
January 24, 2007
Hidup, entah kata siapa memang harus sengsara
Jadi kuli mungkin pilihan paling akhir; antara iya dan tidak
Senjata memang jawaban paling binatang
Tanpa ampun kita ciptakan macan pada kata perdamaian
Entah berentah seperti kata orang Madura:
Nuklir, uang, pendidikan beri potensi luar biasa
Tambah rasa serakah; saatnya jadi raksasa
Sampai lapar; lapar, lapar, lapar…tak terbatas
Dan luar angkasa nanti ditelanya sampai puas
‘Culas’ mungkin kata paling pas
Saat pembunuh beri cinta dan ada yang tertipu olehnya
Demi minyak lalu uang lalu kuasa
Hanya darah jawaban paling tepat bagi perlawanan
Dan penderitaan cara ampuh agar semua menyerah
Hanya semangat saat pekat
Dan sanubari satu satunya pijakan
Kepada satu sumpah dan keyakinan
Amerika dan cara pikirnya harus diberantas
Lebar-sempit jadikan keindahan tersendiri
Sebab pada tiap hitam pekat diikuti putih bersih
Soal uang; memang itu jawaban segala pada dunia
Tapi jati diri lebih hakiki bagi yang menyadari
Jadi baiknya samudra cinta ini disebarluaskan untuk Indonesia
Perlawanan pasti ada pada hidup yang tidak sekedar
Dan aku memilih jadi pelurumu yang maju tak membeku
Atau jadi bentengmu yang kokoh sepenuh tubuh sepenuh ruh
Tapi aku juga pilih jadi bambumu yang berisi toleransi pada angin
Aku memilih karena aku lelah diam
Dan aku memilih pada semua harapan yang cinta
Karena itu ini saatnya kau tunjukkan jalan
Pada semua lagu puisi ibu pertiwi
Agar cinta tak sekedar hambar dan bisa mewujud nyata
Leave a Reply