Pagi sudah menjelang
Segelas teh dan pisang goreng
Merajuk lupakan dirimu yang hangat

Malam kemarin sejuta damai gantungkan nasib begitu saja
Sebelum kupastikan hatiku masuki kereta ke arah bintang
Saat itu sempat kuselipkan surat pada kantong jaketmu
Padamu tak ada ragu yang bujuk untuk ke waktu itu

Dan memang cemas yang bergilir di hati
Menyebut mulutmu dengan kerapuhanku
Memuja keagungan firdaus di antara getaran rasa

Takzim cinta damaikan galauku padamu
Paksa sembunyikan kau jadi bayangan

Saat senyum redupkan bintang
Sejuta damai dan bulan
Kembali jalani waktuku yang dulu
Tapi lagu itu memang hanya untukmu
Maaf!

Leave a Reply