Manusia, diri kita seutuhnya pasti pernah ngerasain perasaan yang suntuk, benci ama seseorang, pengen ngantemin seseorang, jengkel ama sesuatu (apapun sesuatu itu, bisa orang, benda atau kejadian). Ini adalah sesuatu yang sangat manusiawi dan wajar. Perasaan negatif itu(aku sebut negatif karena bertentangan langsung dengan sikap sikap yang disuarakan nurani kita) bisa berupa sifat yang berkepanjangan, dalam waktu lama atau berupa emosi sesaat, ga lama (karena ini masalah waktu jadi relatif banget pengkategorianya, tergantung personal masing masing deh). Dan sifat emosi sesaat atau berkepanjanagn ini juga manusiawi banget, wajar.

Tapi sekali lagi, kita ini manusia. Manusia memiliki sifat sifat yang potensial menjadikan kita ini "manusia" atau "binatang". Manusia dapat menjadi manusia jika kita menjalankan kewajiban kewajiban dan atau tugas tugas kemanusiaan di-samping-juga (atau sekaligus atau untuk) mendapatkan hak hak kemanusiaan. Sedangkan manusia menjadi binatang jika tidak (atau sedikit atau setengah-setengah) menjalankan kewajiban kewajiban kemanusiaan tapi menuntut mendapatkan hak hak kemanusiaan.

Kebanyakan manusia secara tidak sadar menjadikan dirinya binatang. Memang manusia tetap mahkluk yang terbatas, artinya manusia pasti melakukan tindakan tindakan yang menuruti sifat sifat binatang (yang kemudian diidentikkan dengan perbuatan dosa). Itulah mengapa selalu muncul nabi nabi dan orang orang yang memperjuangkan "kemanusiaan" dari zaman ke zaman bahkan sampe sekarang. Walaupun orang orang ini memiliki kelemahan (karena mereka juga manusia, mahkluk terbatas), mereka tetap orang mulia dan "manusia yang manusia"

Permasalahan yang utama pada manusia untuk jadi manusia adalah praktek/tindakan yang konsisten/terus-menerus/tanpa henti samapi mati yang sesuai dengan ide ide kemanusiaan. Manusia lebih sering melakukan tindakan tindakan binatang, seperti kita lihat pada zaman sekarang (cari contoh sendiri ya, males nyontohinya). Pun kondisi sekeliling kita juga memaksa manusia untuk melakukan tindakan tindakan binatang. Itulah mengapa dari zaman ke zaman dan terutama zaman sekarang sangat sedikit dan hanya sebagian kecil saja ada manusia yang memiliki konsistensi antara ide ide kemanusiaan dan tindakan tindakan kemanusiaan.

Dan saat ini, akhir akhir ini ide ide kemanusiaan sering dijadikan alasan utama, dijadikan tameng untuk tindakan tindakan binatang. Globalisasi dan kemajemukan pikiran serta masalah membuat fenomena semacam itu sering terjadi dan sulit untuk dicegah dan atau diatasi. Kekuasaan sebagai faktor utama jika dipegang oleh manusia yang tidak-manusia membawa dampak yang sangat negatif bagi perkembangan dunia dan dapat menjadikan manusia berperilaku lebih tidak-manusia dari sebelumnya.

Tidak bisa dipungkiri ide ide dan tindakan tindakan binatang lebih nikmat, menggoda dan lebih mudah untuk dilakukan.
KENAPA INI BISA TERJADI??
Saya butuh jawaban dan pendapat dari teman teman karena saya emang ga ngerti jawabanya.

Leave a Reply