"Pak, jahe anget pak!"
"nGgih…"

Langsung ngambil nasi kucing tiga bungkus ama tahu bacem dua biji, ambil sendok, langsung makan, kalap…ga peduli kanan kiri. Abis makan langsun nyruput wedang jahe…uuuaaahhhhh anget….benon bentar…
Ngobrol ngalur ngidul, soal apa aja jadi. Heranya pasti aja ada yang diobrolin, dari soal judi togel yang ilang, judi bola, judi pacuan (dasar tukang becak edan!) sampe soal perempuan, soal haji(dasar homo ga laku!!), soal tahu bacem yang bumbunya kurang masuk, ada aja yang diobrolin. Sambil ngobrol ga lupa ambil gorengan, ambil satu terus makan…ambil lagi…lagi…sampe kenyang!
Udah kenyang dan obrolan ngalur ngidulnya beres terjadilah obrolan paling rahasia yang pernah ada :
Aku: "Pak, sampun pak.."
Py: "nGgih..nopo wae"
Aku: "sekul tigo, tahu bacem tigo, dang goreng kale, jahe setunggal"
Py: "Gangsal setengah"
Ngeluarin duit enem ribu, kembali lima ratus. Langsung pulang deh karna perut dah kenyang

Setelah ruang menyatakan pengharapan
Lingkaran rubah sudut lagukan bisu
Yang selembar apa di tumpukan bagaimana
Begitu naif saat kau dengar detik bernada
Sembunyilah dengan realita, tanpa kecuali
Karena hidup bukan cuma kenyataan saja
Atau bahkan mungkin juga kita cuma pembuangan
Seperti sampah tak berguna yang sudah digunakan
Tepatnya seperti gelandangan yang diacuhkan

Kesabaran cuma sekedar putih di pesta pora warna
Sedangkan dunia butuh kesadaran sepenuh ruh
Ketidakpastian adalah bentuk cinta sejati
Yang aku takutkan stagnasi ditanggapi sepi
Memang aku hampir setuju kalimatmu
Sebab jiwa adalah kemewahan bertahta surga
Tapi apa lonceng akan benar pernah sirna
Karena gelandangan dianggap jika cuma punya uang

Lord, help me!!!!!

January 18, 2007

Banyak banget kan bencana di Indonesia ini?Why?Ada yang bilang ini semua karena semua Tuhan lagi murka, lagi jengkel ama manusia.

Plis dechh….jangan terlalu ngaitin ini semua dengan Tuhan. Aku emang percaya Tuhan itu ada dan aku sendiri Islam. Tapi permasalahanya janganlah dikit dikit semua dikaitkan dengan Tuhan lagi marah atau Tuhan lagi murka ngeliat umatnya yang mulai ngelupain Dia. Ato apalah yang sejenis itu ya!sering banget kan kita denger kayak gituan, apalagi di Indonesia. Bukanya aku ngelarang. Tapi plis deh!!!Kelamaan kita bisa manja kalo pake cara pikir itu. Ini udah reformasi!!Jangan pake cara mikir orde baru dong!!Kita boleh mikir gitu tapi pliss, lakukan di dalem hati aja, ga perlu diungkapkan ke publik. Tapi bukan cuma ngomong dalam hati aja, ibadahnya juga ngikut dong.

Tuhan itu Maha besar dan ga sekerdil itu woi!Masak karena kita ga pernah ibadah terus Tuhan marah, terus Tuhan cemburu. Kita kebanyakan nonton TV, clubbing, ML ampe kena HIV, ato apalah yang dilarang Tuhan, terus Tuhan marah?ngamuk?Ga mungkin bos!!Kalo kita berpendapat kayak itu, sama aja kita mengkerdilkan Tuhan. Tuhan mah cuek bebek aja, dia ga peduli kita ngapain. Maksudku, dunia ini (termasuk kita didalamnya) ga bakalan diubek ubek secara langsung ama Tuhan. Bukanya Dia ga peduli tapi Dia kan udah ngasih peringatan (lewat agama), Dia udah punya bawahan yang tugasnya nyatet dosa ama pahala kita (malaikat malaikat). Jadi kalo kita melakukan kegiatan kegiatan dosa, dosa kita cuma dicatet aja kok. Entar, kalo kita udah pada mati, baru deh Tuhan ngasi balesan buat dosa dosa kita

Emang Tuhan berhubungan ama kita. Tapi plis dechhh….Tuhan ga sekerdil itu. Maksudku, brapa banyak se orang yang punya dosa besar dan kecil?Semua orang di dunia ini bos!!SEMUA ORANG ITU BERDOSA, TANPA KECUALI. Kalo Tuhan mo ngehukum orang berdosa, Dia pasti bikin dunia ini ancur bos!langsung!!Ga pake basa basi!

Tuhan sedang mengingatkan umatnya karena terlalu banyak dosa. Oke, bisa dimengerti, but, once again, plisss dechh……Tuhan ga sekerdil itu woi!!!Janganlah dikatakan Tuhan memperingatkan umatnya dengan kejadian kejadian duniawi. Bukanya aku ga yakin Tuhan bisa ngelakuin itu semua (Aku yakin Tuhan bisa ngelakuin lebih dari ini semua) tapi Tuhan ga bakalan secara langsung mencampuri kehidupan duniawi. Why?karena kita, manusia ini udah diserahin 100% isi dunia, baik buruknya isi dunia itu kita yang nanggung di dunia itu sendiri dan di akhirat nanti. Kalo kita beranggapan Tuhan sedang mengingatkan umatnya, oke silahkan tapi lakukan dalam hati aja dong dan ikuti dengan ibadah yang beres. Knapa mesti cuma dalam hati?Ini Indonesia bos!!Masih banyak orang orang yang punya pikiran klenik, bodoh, yang kalo dikasi ‘pikiran pikiran bencana karena Tuhan marah’ mereka bakal jadi lebih klenik dan bodoh.

Once again!!OBJEK OBJEK DUNIAWI HARUS DIJELASKAN DENGAN OBJEK OBJEK DUNIAWI JUGA!Knapa se dikit dikit semuanya karena Tuhan?objek dunia dan kejadian di dunia harus dijelaskan dengan hal hal yang berbau duniawi dong!Bencana di Indonesia disebabkan oleh manusia sendiri kok!Emang ada saatnya bencana alam ga bisa dicegah. Tapi kita pasti bisa meminimalisir itu semua kan!Bencana alam juga kalo dirunut ke belakang disebabkan manusia sendiri kok.

Jadi, plisss dechhh…..tolong dong jelaskan objek objek duniawi dengan objek objek duniawi juga. Di samping itu kita juga mesti ibadah bos. Ini yang susah!di satu sisi kita harus bersikap keduniawian tapi di sisi lain kita bersikap religius. Yup, aku percaya susahnya ini.

Once again. Tuhan ada dan Dia tidak ikut campur urusan duniawi. Tuhan itu bersifat transendal (bener ga tulisanku ini?), Dia menyelimuti kita dalam artian yang sangat luas!!Itu aja!!

Waktunya comment!!!Comment yang banyak!!Jangan tanggung tangung!!Kita tumpahkan cinta kita pada Tuhan di frenster ini!!!PISS!!!
Lord, Gusti pangeran, God, Tuhan, I LOVE YOU!!!mmmuuuaaacchhhh………

Di-copy-paste dari Jawa Pos hari selasa, 16 Januari 2007.
Mari berkabung dan berdoa:

Pak Ud Sang ”Jenderal” Sejati

Oleh: SHOLIHIN HIDAYAT

DIA lahir ketika bangsa ini sedang dalam proses pencarian jati dirinya pada 1930, atau empat tahun setelah kelahiran Nahdlatul Ulama (NU), jamiyah yang didirikan ayahandanya, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Seperti umumnya putra seorang pemimpin dan kiai besar, dia tumbuh seiring dengan endapan gejolak spiritual para pemimpin bangsa saat itu, yang penuh keprihatinan atas nasib bangsanya yang telah sekian lama berada dalam kungkungan penjajahan.

KH Yusuf Hasyim -yang lebih akrab dipanggil Pak Ud-, Minggu lalu dipanggil menghadap Yang Mahakuasa dalam usia 77 tahun. Sejak kecil, Pak Ud dikenal sebagai sosok pemberani dan pandai bergaul dengan siapa saja dan komunitas mana saja. Saking senangnya kumpul-kumpul dengan banyak orang, hari-hari di masa kecil hingga remaja lebih banyak dihabiskan di luar rumah, bergabung dengan berbagai kegiatan, mulai sepak bola, main musik, dan kepanduan. Oleh teman-teman sebayanya, Pak Ud dikenal sebagai sosok yang sangat terampil memimpin, sangat pemberani dalam menghadapi berbagai tantangan fisik maupun tantangan perdebatan konseptual.

Di kalangan keluarga, sosok Pak Ud punya kebiasaan berbeda dengan saudara-saudaranya. Dia sejak kecil sangat tertarik mempelajari perkembangan masyarakat. Karena itu, di kamar pribadinya lebih banyak terlihat tumpukan surat kabar dan kliping-kliping berita daripada kitab-kitab kuning yang umumnya menjadi bacaan favorit keluarga kiai.

Saat bangsa ini menghadapi agresi militer Belanda setelah memproklamasikan kemerdekaan, Yusuf Hasyim yang seorang gus itu lebih tertarik masuk pergerakan. Dia kemudian bergabung dengan tentara Hizbullah dan sangat aktif mengoordinasikan kalangan santri untuk terjun langsung di medan pertempuran melawan agresi militer Belanda.

Menurut riwayat, ketika Panglima Soedirman pada 1947 berkunjung ke kediaman KH Hasyim asyari, sosok pemuda Yusuf Hasyim langsung menjemputnya di pintu gerbang dan menyampaikan keinginannya untuk menjadi bagian dari pasukan di bawah komando Pak Dirman. Saat keinginan sang Gus disampaikan pada Hadratussyekh, Kiai Hasyim hanya tersenyum seraya berucap, "Beribu-ribu santri siap mati syahid demi mempertahankan kemerdekaan negaranya."

Mendengar ucapan Hadratussyekh, Pak Dirman seketika itu mengubah duduknya menjadi lebih tegap seakan terinjeksi oleh energi berkekuatan tinggi, sehingga dia yang dalam keadaan sakit menjadi sehat seketika. Namun, Hadratussyekh tak mengizinkan pemuda Yusuf Hasyim bergabung langsung dengan tentara di bawah pimpinan Pak Dirman.

Di kemudian hari, saat tentara tidak mungkin lagi berperang sendirian mempertahankan kemerdekaan negara tercinta ini, Hadratussyekh mengizinkan para kiai membentuk pasukan pejuang kemerdekaan yang diberi nama Hizbullah (tentara Allah) dengan pemuda Yusuf Hasyim sebagai salah satu pimpinannya. Keberadaan Yusuf Hasyim yang berkarakter pemberani dalam pasukan Hizbullah menjadikan faksi tentara

pejuang ini dalam waktu singkat sangat harum namanya di kalangan umat Islam. Maka, beramai-ramailah rakyat, khususnya kalangan santri di seluruh Indonesia, bergabung dengan pasukan Hizbullah dengan semangat mati syahid demi bangsa dan negara.

Setelah agresi militer Belanda berakhir dan beberapa faksi pejuang digabung dalam satu wadah ketentaraan nasional, Pak Ud pun diminta langsung oleh Sukarno -sang proklamator- agar masuk dan bergabung dengan tentara nasional. Tawaran yang penuh penghargaan dari presiden pertama RI itu

ditolak secara halus oleh Yusuf Hasyim dengan alasan lebih ingin berkhidmat lebih banyak di bidang kemasyarakatan dan keagamaan. Maka, alasan itu dapat diterima oleh Soekarno dan atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan itu Pak Ud diberi pangkat istimewa, (konon) mayor jenderal.

Meski tak lagi aktif sebagai tentara pejuang, jiwa pejuangnya terus menggelora dalam menapaki hari-hari mengisi kemerdekaan sebagai pemimpin masyarakat yang penuh dedikasi dan komitmen "berani mati" demi menjaga keutuhan bangsa dan keberlangsungan kemerdekaan Negara Republik Indonesia.

Begitu besarnya komitmen perjuangan kebangsaan yang terus tumbuh berkembang dalam dirinya, langkah-langkah Pak Ud dalam perjuangan di bidang sosial politik sering mencerminkan karakter sosok pimpinan tentara dalam mempertahankan idealismenya. Itulah sebabnya, orang-orang sekelilingnya terkadang memanggilnya dengan sebutan "sang jenderal". Pak Ud adalah sosok "jenderal sejati" bagi kita yang memimpikan kebesaran harga diri bangsa dan negara tercinta ini. Dia

tak kenal lelah menembus medan perjuangan walau tulang-tulangnya telah renta dimakan usia. Tak peduli risiko apa pun yang bakal dihadapi, demi cita-cita kemaslahatan bangsa dan negara, jiwa dan raga dipertaruhkan sebagai persembahannya. Maka, sang jenderal sejati, terlihat tak pernah gentar menghadapi siapa pun di negeri ini, demi keyakinan yang diembannya.

Di era Orde Baru, di bawah pemerintahan rezim Soeharto, nama Pak Ud masuk dalam daftar politisi papan atas setara dengan nama-nama KH Idham Kholid, Amir Murtono, Ali Murtopo, Amir Mahmud, dan sebagainya. Bedanya, Pak Ud ternyata pada puncak karir politiknya lebih memilih

menjadi sosok kontroversial yang bersuara lantang dalam mengkritisi berbagai langkah politik pemerintah Soeharto yang dianggapnya tidak sejalan dengan semangat dan nilai-nilai kebangsaan.

Nyata-nyata putra Hadratusyekh ini telah mewarisi darah pejuang ayahandanya yang tak pernah mau kompromi dengan hal-hal yang dapat merendahkan martabat bangsa. Selamat jalan Pak Ud!

SHOLIHIN HIDAYAT,
pemerhati masalah NU, mantan pemimpin redaksi Jawa Pos.

Tulisan ini sebenernya aku taruh di group Indonesia yang ada di frenster. Tulisan ini cuma tanggepan  dari banyaknya comment dari topik yang aku bikin di forum Indonesia. Tapi berhubung topik itu juga ada di ‘Blog Manusia Goblok’ dengan judul yang sangat provokatif (judul khas jomblo): Soal wanita idaman saya dan mungkin juga idaman setiap lelaki.

Sekali lagi tulisan ini adalah tanggapanku dan klarifikasi dari tulisan yang aku buat. MOHON MAAF BUAT CEWEK CEWEK BERJILBAB.

Enjoy your day:

Buat teman teman yang ada di forum ini, yang ikut ngasih komentar soal topik ini:
Semoga ALLAH ada di hati anda bagi anda yang beragama muslim, semoga YESUS ada di hati anda bagi anda yang beragama kristen, semoga BUDHA GAUTAMA ada di hati anda bagi anda yang beragama budha, dan semoga DEWA DEWA ada di hati anda bagi anda yang beragama hindu.

Aku akui kalimat yang aku bikin sangat relatif banget dan menimbulkan banyak presentasi, apalagi dengan banyaknya cletukan cletukan yang ga berarti. Ada beberapa hal yang aku jelasin di sini:

1. Aku gak nuduh cewek yang pake jilbab itu munafik. Munafik itu banyak artinya, karena munafik itu permasalahan hati ama tingkah laku, sangat kompleks banget buat mengkategorikan seseorang itu munafik ato engga. Kita mesti kenal personal seseorang dulu untuk bisa ngatain orang ini munafik ato enggak.
Yang aku permasalahin dengan wanita berjilbab adalah mereka berada di wilayah abu abu, suatu wilayah yang gampang untuk difitnah dan gampang untuk menjadi dan dikatakan munafik. Perbedaan antara personal yang munafik dan wilayah abu abu(wilayah yang gampang difitnah dan dikatakan munafik) ini tipis banget. Sangat tipis!!INGAT!!SANGAT TIPIS!!DAN KITA GAMPANG KEJEBAK!!DAN SECARA GA SADAR KITA JUGA MASUK WILAYAH ABU ABU, WILAYAH YANG MUNAFIK. ALIAS KITA SENDIRI JADI MUNAFIK WAKTU NGATAIN ORANG LAIN MUNAFIK.
Kenapa cewek berjilbab bisa masuk wilayah ini?Karena di satu sisi mereka ingin menjadi manusia yang lebih baik, wanita yang muslim (dalam hal ini make jilbab) tapi di sisi lain mereka masih betah (dan kebanyakan ga sadar kalo mereka betah dan juga ada pengaruh lingkungan disini) dengan kondisi mereka yang lama. Mereka berada di dua sisi yang berlawanan.

2. Re: Cewek berjilbab dan ML. ML ama cewek berjilbab?yyuukk… Sun, 01/14/07 05:30 PM 
-C’I'-n-t-a   

gw sdh tonton film dr low yg berdurasi 18 detik…………. ternyata percuma kaum hawa yang beragama islam memakai jilbad ………..jilbad hanya cuma buat kedok saja     jadi……….buat apa sich jilbad 

Buat yang punya pesan ini. Tolong dihapus. Ini komentar yang sangat provokatif dan ga penting. Jangan malah bikin dunia tambah kacau. Knapa?karena anda sudah nonton video yang aku kirimin. Artinya sebenarnya anda itu menunjukkan kalo diri anda munafik (kan udah aku kasih keterangan, buat siapa aja yang minta video ini artinya dia masuk orang munafik). Maksud munafik disini adalah, di satu sisi anda penasaran dan pasti kepengen nonton bokep (sebagai laki laki) tapi di sisi lain anda mencanci maki, menjelek-jelekkan wanita. Sangat pengecut, ga gentleman dan munafik!Tolong dihapus pesan ini.

3. SAYA TEGASKAN!!TIDAK SEMUA WANITA BERJILBAB ITU JELEK. MASIH ADA WANITA BERJILBAB YANG SANGAT MEMAHAMI BEBAN KE-JILBAB-AN MEREKA. MASIH ADA WANITA BERJILBAB YANG BERTINGKAH LAKU MUSLIM. DAN SAYA PERCAYA ITU!!BANYAK CONTOHNYA BOS. IBU KHOFIFAH DARI PKB, ORANG ORANG PKS, ANAK ANAK KAMMI. MASIH BANYAK WANITA BERJILBAB YANG BERTINGKAH "JILBAB".

4. Ini abad 21 (bener kan?), dimana pengaruh televisi, internet, majalah, dan semua bentuk penyebaran massal sangat memiliki peranan besar. Maksudku peranan mereka itu menyebarkan budaya yang kadang kadang berlawanan dengan budaya yang kita anut. Jadi, jangan gampang buat meng-generalisasi-kan seseorang atau sesuatu. Jangan dikit dikit bikin kesimpulan cuma dari satu fenomena. Kalo mau ambil kesimpulan terhadap sesuatu kita mesti kenal langsung ama sesuatu itu. Kalo ama cewek jilbab, ya kita mesti kenal personalnya langsung dong!INGAT, KENAL PERSONAL LANGSUNG!!

5. Yang saya bahas disini adalah satu fenomena saja woi!!Tolong nyadar!!Masih banyak fenomena lain!!Contohnya, masih ada kok cewek cewek berjilbab yang rela habis habisan jadi relawan gempa, nolongin korban gempa jogja. Masih banyak kejadian kejadian yang nunjukkin kalo cewek berjilbab itu juga punya tingkah laku ‘jilbab’. Jangan terlalu gampang ambil kesimpulan dong!!Payah!!

Di sebuah surau
Suara kecil nan parau
Ditambah wajah yang risau
Dirajam kalimat yang pisau
Matahari dibikin silau
Makin tak berbentuk; kacau

Jalan Malioboro

January 12, 2007

Pagi, siang, malam makin hakiki
Orang orang melihat dan berkata dalam hati
Tidak ada telepati tapi semua sudah mengerti

Pedagang, pejalan kaki dan pencinta harus beri damai
Gedong agung, benteng vredeburg ingin berbisik
Samudra sepi tak boleh dengki

Pandangan gaib siti hinggil miliki makna sendiri
Imajinasi utara-selatan sindir puisi yang hampir mati
Narasi ini terkesan naif dan mungkin cuma basa basi
Tapi memang bukan ini yang kucari

Sunguh, bukan sepi ini yang kucari
Karena sujudku ke barat
Berupa tangis segelombang api

Dengan lautan bintang bersamaan takzim adzan
Mataku seakan akan fitrah ditenggelamkan air mawar
Sebuah tepi kau lewati dengan nurani yang pasti
Padahal putih lagi terjepit mimpi belum jadi

Ini bukan maut bukan anugrah
Pengembaraan tak boleh terperdaya gairah sementara
Komputer harus tetap jadi cadar
Sebab aku belum bertemu mukaku yang menang bertengkar

Lama kudamaikan rembulan dan lampu kemarin malam
Kemudian pada sujudku di ubun ubun jum’at siang
Semilir kupu kupu mungil berdenting di mulut muadzin
Walaupun cinta itu mungil ada fitri yang takkan basi
Karena bidadari berhati surgawi mengerti beda anyir dan air

Memang aku tidak sepenuh yakin
Aku cuma pejalan kaki bukan tukang puisi
Surgaku adalah kata katamu yang selalu tanpa tendensi
Hembusanmu walaupun sederhana dan kecil
Berikan kedamaian yang lupa kurasakan

Keretaku sudah tiba di tujuan
Kau sapa aku dengan makian; sangat renyah
Kumau malam ini kita rubah jadi tawa
Dolly, MAS, Graha pena, atau Juanda, semuanya
Kita jelajahi lautan dan samudra
Atau sekedar kali hitam depan perumahan

Oya aku ingin cerita
Di rantauan sangat sulit nyatakan cinta pada bahasa
Ada batas setipis kertas yang bikin gemas
Dan ingin kubakar sampai musnah
Di tempat lain ada panas lebih panas yang bakar birahi dan perasaan
Tapi biarlah, tak ingin kubuka aib karna aku juga cinta rantauan

Jadi sobat, temani aku bercinta
Dengan para wanita tetangga depan rumah
Juga dengan kumpulan putik melati, mawar dan bakso langganan
Atau dengan air PAM yang selalu mengucur lelah dan bernada omelan
Karena aku cuma semalam saja di Surabaya

Pengen misuh

January 11, 2007

JACOK JARAN !!!!!