Antri dong.
February 19, 2007
Kita sudah melihat dermaga dan kapal yang menepi
satu-satu saja kita masuki padanya-antri
Badanku juga merasa lelah saat ini
Tapi bagaimana lagi, kita mesti antri
Sambil menunggu, bagaimana kalu kita bernyanyi puisi Zawawi
Tentang nyiur melambai atau buah siwalan lagu ilalang
Bisa juga tentang negri entah berentah yang tak berkasih
Atau bicara puisi anak muda pada zaman ini
Tentang Tomy DG dan pamflet barunya yang memekik untuk negeri
Atau bagaimana kalau kita bertingkah naif saja
Merangkai cinta, merangkai manusia untuk Indonesia
Entah dengan bahasa kekanakan atau orang dewasa
Asal bukan bahasa setan yang tak paham sesama
Atau kau punya bahasa yang lebih cinta, tunjukkan saja
Atau bagaimana kalau kita rasakan saja nikmatnya dunia
Di vagina-vagina wanita yang bertekuk lutut pada uang
Di kepuasan asap ganja yang buat kita merasa miliki semua
Di tawa ngakak kita waktu bisa taklukkan hati pujaan
Atau di tangis mata kita saat gembira akan makna
Dan ceria dendang tawa sesama saat nikmati cahaya
Tapi bisa juga cuma sekedar duduk diam ditemani lagu nostalgia
Semua terserah padamu kawan!!
Kita memang sudah melihat dermaga dan kapal yang menepi
Kita pasti menaikinya tapi satu-satu saja kita masuki padanya-antri
Jangankan anda, aku juga merasa lelah saat ini
Tapi bagaimana lagi, kita mesti antri
Dan kita mesti mencari kegiatan sewaktu mengantri
Lagipula bukanya kau masih berada jauh dalam antrian yang panjang ini
Sedangkan kami yang masih muda ini belum mencapai puncak tertinggi
Bagaimana kalau kau tuntun kami kami ini untuk bernyanyi padamu negri
Menurutku ini lebih baik daripada semua pilihan tadi
Hihihihihihihihihi…..maaf menjahilimu
Tapi tetap,
Semua terserah padamu kawan!!
Leave a Reply