Nol

March 22, 2007

Kawanku, kawanku ada apa denganmu?
Mengapa kau terlihat ragu
Kawanku, kawanku ada apa denganmu?
Mengapa banyak pikiranmu

Mengapa kau bicarakan ketakutan di negri ini?
Bukanya dari dulu kita dididik untuk menyerah
Bukanya dari dulu kita dididik untuk mengalah
Bukanya dari dulu kita dididik untuk melayani atasan
Bukanya dari dulu kita dididik untuk tetap bawah
Bukanya dari dulu kita dididik untuk takut
Ah, kau berlebihan kawan

Kemerdekaan apa juga yang kau bicarakan?
Kita memiliki slogan; kebebasan individu dibatasi kebebasan individu lain
Aku rasa itu benar dan tidak ada salahnya
Jadi biarlah,
Biarlah pejabat pejabat tinggi korupsi
Biarlah 550 laptop dibeli dari dompet kita
Biarlah anak jalanan terus ceria akan sakitnya
Biarlah petani terus nikmati bulir penderitaan
Biarlah…biarlah kawan, biarlah!!

Lalu kenapa kau juga bicarakan revolusi?
Revolusi apa kawan?revolusi apa?kau hidup di zaman apa kawan?ini zaman pengkhinatan kawan!
Terlalu banyak pengkhianatan dan kau bicara revolusi, siapa yang mau melakukan revolusi
Pengkhianat macam apa yang mau melakukan revolusi!revolusi macam apa yang dilakukan pengkhianat!
Pengkhianat cuma mementingkan diri sendiri, tak pernah peduli sesama, tak pernah peduli sekitar
Apa kawan!apa!kita ini najis!jangan beranggapan kita ini bersih!kita sudah tak bisa dibersihakan!

Terakhir yang aku tak habis pikir tentangmu; soal sejarah
Duhai kawan yang bikin aku tetap terjaga; sejarah itu membosankan
Apa selama hidupmu kau tidak bosan dicecoki cerita itu itu saja
Lalu apa kau tidak pusing akan banyaknya versi yang berbeda soal satu kejadian
Apa juga kau tidak terperangah melihat banyaknya pembalasan yang hadir karenanya
Aku yang muda saja bosan, apalagi kau yang tua. Apa kau tidak bosan?

Kawanku, kawanku….sudahlah
Mari bersama nikmati kekayaan bumi kita dengan puisi
Bumi kita yang gemah rimpah loh jinawi ini kita jadikan puisi
Puisi yang sketsanya kali kali coklat, gunung gunung gundul, ato laut laut keruh
Atau puisi yang bergambar kekayaan alam yang senang berjalan jalan ke luar negri
Mungkin juga puisi yang bercerita betapa indahnya menguras habis hasil bumi Indonesia
Ah, rasanya aku juga terlalu berlebihan

Ah kawan, ternyata kau dan aku memang senang berlebihan
Ya sudahlah, mari kita menerima semua kenyataan
Dan bersama kita hapus kata kemajuan dari kamus kehidupan.

Leave a Reply