Sayang, berapa lama kau memijari mimpiku?Membuat setiap bayang serasa keindahan firdaus yang sengaja kau buat untukku. Sebuah firdaus yang beratap kelembutan syair mentari dan beralaskan kasih sutra bunda bumi. Sebuah mimpi yang kemudian membumi menjadi aliran tenaga segelora jejak senyummu dan detak katamu pada setiap seluruhku. Sayang, sudah berapa lama kau memijari mimpiku?
Sayang, berapa banyak rasaku yang kau taklukkan?Karena tiap tiap seluruhku mengajak berjamaah untuk bersyukur, memuja muji diriNya dan seluruh esensiNya yang Dia wujudkan pada dirimu. Keteraturan jamaah ini tak henti, terus berjalan dan konsisten searah ukiran ukiran dan warna warna yang kau ciptakan di setiap seluruhku. Kumpulan jamaah ini lalu menjadi rasa, menjadi doa, menjadi harapan, menjadi sebuah esensi baru untuk selalu memaklumimu pada seluruhku dan untuk mengagung-agungkan sebuah esensi Yang Maha Mulia. Sayang, sudah berapa banyak rasaku yang kau taklukkan?
Sayang, berapa macam kesederhanaan yang kau ajarkan?Kerinduan akan masa kanak kanak yang tak lelah oleh tawa dan keceriaan yang kemudian ingin kau kembalikan untuk cinta kasih manusia. Sebuah kenaifan atau sebuah kemandegan yang sangat mempesona seakan akan kau adalah wanita yang dipenuhi cahaya malaikat dan diciptakan untuk menjadi nabi akhir zaman. Tak terbayangkan berapa banyak dunia yang kauhadapi dan tetap hingga sekarang tak lelah kau ajarkan kesederhanaan. Sayang, berapa macam kesederhanaan yang kau ajarkan?
Sayang, berapa jumlah ramah tamah yang yang kau berikan?Selalu menemani suka duka duniamu duniaku, menghangatkan setiap kerendahan, mendinginkan setiap amarah dengki dan tak pernah henti memaknai semua ketidakturan hidup. Ramah tamah yang apa adanya, yang kesehari-harian, yang menjadi rumah di tiap tiap rahasia yang kemudian entah bagaimana dibangun oleh siapa dengan cara bagaimana menjadi istana berhalaman kerendahan hati berteras senyum bertiang kepercayaan dan beratapkan berbagai jiwa penuh kehangatan. Sungguh indah saat kau menjadi ratu bersinggasana bulan bermahkota putik putik melati. Samudramu adalah danau dimana ikan dan kupu kupu  menjadi gambaran kesempurnaan Tuhan akan surga. Sayang, berapa jumlah ramah tamah yang kau berikan?
Sayang, berapa banyak semangat yang terinspirasi olehmu?Menyelesaikan seluruh amarah kebinatangan untuk kemudian menaklukkan semesta dengan kejernihan kejernihan sebuah mata air. Mencoba menjadi awal, tengah dan akhir, mencoba menjadi lembaran lembaran putih untuk sebuah batin. Sayang, berapa banyak semangat yang terinspirasi olehmu?
Sayang, sudah berapa lama kau disisiku?Terus temani aku sebagaimana aku menemanimu. Sebagaimana Emha dengan Novia, sebagaimana Gus Dur dengan Sinta Nurriyah, sebagaimana KaDe dengan Anang, sebagaimana Armand dengan Dewi Gita dan sebagaimana Adam dengan Hawa. Terus temani aku sayang, karna kau sudah lama di sisiku dan aku ingin ini jadi seterusnya.

4 Responses to “Sayang puisi ini cuma berdasarkan khayalan seorang jomblo, bukan berdasarkan kenyataan. Sayang sungguh sayang….”

  1.   kreyboo said:

    hahaha…gokiel…

  2.   Tyas said:

    hihihihihi…
    sungguh sayang…. :D

  3.   L U K A said:

    sayang sekali memang :(

  4.   J@son said:

    Hehehe….

    Hidup Jomblo,,,,

Leave a Reply