Aku. Aku. Aku. Aku adalah kecemasan, kelelahan, ketakterhinggan yang begitu saja menjadi dangkal, berluaskan kamar tidurku, berdunia rumah kontrakkanku. Duniaku cuma bisa mencegah air hujan tidak bercampur air mataku. Keluasanku cuma bisa hening menangkap ketakterhingganku. Semua cemas, lelah menggapai ketakterhinggaan. Pertanyaan akhir; Tuhan, apa benar Kau ada di ujung sana?

Adakah aku ini bisa duduk damai. Sebab seingatku damai adalah pelangi. Atau mungkin sekarang damai cuma sampah?Seonggok air atau sebotol minuman keras?Tuhan, adakah aku ini bisa duduk damai untuk menyambutMu.

Aku ini bingung sewaktu memeluk diriku. Sepertinya ada kalimat kalimat dan tulisan tulisan yang penuh samudra. Dan aku dalam kebingunganku yang begitu itu tak bisa diam, entah bagaimana aku ingin berjingkat-jingkat menuju kepastian. Berjingkat-jingkat tanpa suara, berjingkat jingkat atas nama kekhawatiran. Tuhan, apa benar Kau bersedia menyambutku?

Betapa bambu begitu luwes menyambut angin

Aku. Aku. Aku. Aku adalah ketakterhinggan yang terhingga
Atas nama paradoks, aku mempertanyakan gelas di depanku ini.

One Response to “……………………………………………..”

  1.   ima said:

    Hmm….Ima baca ada nada frustrasi, pesimis bahkan cenderung apatis di blog2 mu. Ada apa..? Kamu yang semuda ini..? Ima juga sering sedih kok, bahkan kadang merasa ada ga ya orang2 yang tulus sama Ima. Eh begitu berfikir jernih, begitu mengganti kacamata dengan kacamata putih…aduh ternyata Ima yang berburuk sangka pada orang2 sekitar dan lingkungan Ima.
    Hidup memang penuh romantika dan sangat dinamis.

Leave a Reply