Anarki reformasi

April 30, 2007

Anarki bersuara: "Bakar orang cina!"
Kami masih SMP, cuma bisa diam sambil berjalan jalan lihat lihat sekeliling, semacam tamasya-lah. Ya dari melihat lihat bagaimana pengungsian orang-orang cina, bagaimana lapangan sepakbola penuh dengan mobil mobil mewah, bagaimana nenek nenek menangis, bagaimana ibu ibu tentara bercanda dengan ibu ibu cina, bagaimana adik adik kecil salah tingkah saat bermain pasir lapangan, bagaimana kakak kakak muda ngomel ngomel kepanasan. Semua terlihat janggal; orang kaya jadi pengungsi

Anarki berkoar: "Ayo!Bongkar semua!Giring ke tengah jalan!Bakar!"
Kami masih SMP, cuma bisa diam dan jika ada yang menarik kami ikut ikutan. Ya bakar-bakaran itu tadi, kami tertawa lepas, menari nari seperti indian kelilingi api unggun, walaupun sebenarnya dalam hati heran; apa salah mobil ini sampai mesti dibakar?Kan sayang.

Anarki berteriak: "Ambil semuanya!Ini punya kita yang mereka ambil!"
Kami masih SMP, cuma bisa diam, dan jika ada yang menarik, kami cuma ikut ikutan. Ya dari menjarah toko, ambil makanan, mengejek-ejek orang, apa saja, asal kami merasa senang waktu itu.

Anarki bersorak: "Ayo!Cari lagi!Sampai habis semua!Cari!"
Kami masih SMP, cuma bisa diam dan jika ada yang menarik, kami ikut ikutan. Ya berkeliling kota, melihat lihat apa ada yang masih bisa membakar semangat anarki ini lagi.

Anarki di tahun 98 sampai 99
Kami masih SMP waktu itu
Dan baru akhir akhir ini kami sadar anarki bukan pilihan.

Maaf teman cinaku, sudah lama kita tidak bertemu

Leave a Reply