Wanita

April 28, 2007

Kau tahu pada suatu saat aku merasa kau adalah wanita seutuhnya yang paham apa itu melayani dan berbakti lengkap dengan kasih sayang dan cinta kasih. Sedangkan pada waktu lain aku merasa kau adalah wanita yang bukan wanita, yang bukan laki laki, seseorang yang berbeda, tak jelas masuk kategori mana. Setiap kau naik bus kota dengan keringat panas ditambah beban satu tas ransel yang berat, apa yang harus kukatakan tentang kau saat itu. Tak bisa lain, kau memang di luar kategori wanita.
Apa kau paham dunia apa yang sedang kau jelajahi, bagaimana seluk beluknya, seberapa dalam kekejamanya, apa kau paham seutuhnya?Walaupun tidak utuh, sedikitnya aku paham kau mengerti ada dunia yang harus dibersihkan. Tapi cantikku, pejuangku, kau menyalakan lilin terlalu dini. Aku tidak melarangmu, aku tidak menghakimimu, aku tidak takut, aku cuma merasa dunia itu masih belum sepekat malam. Itulah kenapa aku sangat sulit memasukkanmu ke kategori apa.
Jadi maukah kau sandarkan sedikit kepalamu ke pundak temanmu, orangtuamu, saudaramu atau siapa saja yang kau percaya. Sedikit dan sebentar saja, karena kau wanita juga dan pasti pernah ingin merebahkan seluruh beban ke pundak orang orang yang kau percaya. Memang tidak perlu terlalu lama, marilah kita sedikit berpikir pragmatis, sebab ada dunia yang harus berjalan tanpa kenal siapa siapa. Jadi maukah kau tunjukkan pada bintang gemintang jika kau adalah wanita, seutuhnya wanita?

Leave a Reply