Bidadari

May 15, 2007

Bidadariku
Kenapa engkau turun dari surga
Melepaskan selendang sutra, sayap sayap keabadian dan cinta kasih
Hanya untuk sebuah emosi yang seharusnya bisa kau kendalikan

Bidadariku
Marilah, kembalikan jiwamu di kelembutan-Nya
Menjadi diri penuh fitrah yang tanah
Mengkhayati jiwa yang pasrah di rumahNya

Bidadariku
Engkau adalah kesempurnaan; sebuah kenaifan hakekat cinta
Mempesona jiwa raga di sebuah fajar yang utuh paradoksnya
Kehangatan dan ketentraman lembut mengalir di seluruhmu

Bidadariku
Aku hanya rumah bukanya surga
Aku hanya mayoritas biasa bukan minoritas positif
Aku hanya kelelahan yang merajuk pada Tuhan

Bidadariku
Aku memang ingin dirimu
Tapi baiknya kau cepat cepat pergi dariku

(From: "Dia Yang Telah Tiada"-nya Via dan embak di depan KR)

2 Responses to “Bidadari”

  1.   Aan said:

    Hei danoe!
    Kata kau di forum, sudah muak kau dengan cinta perempuan rindu bidadari dan sperma.

    Lalu ini apa tho? Oke, gw tambahin 1 sampah lagi dengan comment ini, walaupun kadang satu saja udah terlalu banyak.

  2.   Aan said:

    Sepertinya 3 sampah lebih bagus kelihatan dari 2 sampah. Kurang proporsional bila cuma ada 2 onggokan sampah, kulihat dari duburku.

    Sebagai sebuah media onani (pelepasan expresi dalam hal ini) puisi mas danoe yg berjudul bidadari ini sudah membuat mas danoe mengalami ejakulasi dini. Itu pada mas danoe, padaku belum terjadi “chemistry” apa2. Tapi itu bukan berarti puisi ini sampah yang gagal, boleh jadi aku yg belum tahu cara mendaur ulangnya bagaimana.

Leave a Reply