Idealisme dan Pragmatisme
May 11, 2007
Idealisme seseorang yang terus ditabrakkan dengan pragmatisme adalah suatu permasalahan yang selalu terjadi di sepanjang hidup manusia. Kondisi kondisi ideal yang dikeluarkan oleh segala pemikiran pemikiran (ide-ide) idealisme lebih seringnya tidak sesuai dengan pemikiran pemikiran (kebutuhan-kebutuhan) pragmatisme. Kebutuhan pragmatis dan pemikiran idealis memang harus diseimbangkan.
Pertanyaan:
1. Gimana cara menyeimbangkanya?Kalo diangap relatif, paling tidak ada kondisi kondisi yang dijadikan patokan, bisa tolong disebutkan apa aja kondisi itu?
2. Kapan sebuah pemikiran dikatakan idealis atau pragmatis?
(Kalo ada yang mau nambahin, silahkan tambah pertanyaan tersebut. Berikan komentar atas dua pertanyaanku itu tadi.)
***********************************************************************************
Komen dari "monday morning":
Gw rasa tu smua dibalikin aj, sejauh mana kedua hal tersebut dibutuhkan. Yang dimaksud dengan ideal tu ap?
trus ideal buat diri sendiri belom tentu ideal buat orang laen.
Komen dari Pak Restu:
ada yang idealis ada yang pragmatis memang yang lebih parah yang Culas Mas danue , tapi yang jelas kehidupan pragmatis memang tidak salah bisa juga disebabkan karena suatu kondisi, atau juga mencerminkan sebuah ketidakpedulian, yang jelas idealis itu di perlukan untuk langkah maju tapi idealis yang realistis dan logis itu yang membuat tidak bertabrakan kepentingan , tapi sebuah idealisme dari mimpi mimpi yang tidak bertolak dari kondisi real dan logis akan di mungkinkan bertabrakan dengan sikap prigmatis , nah hal ini memang harus hati hati menyikapinya , sedangkan tolok ukurnya adalah lingkungan sosial itu sendiri, yang tentunya harus mempertimbangkan adanya degradasi moral dan pemikiran agar penyimpangannya lebih jelas, pendekatannya lebih tajam , memang akan relatif terhadap keadaan dan situasi sosial , tapi harus dikembalikan pada acuan pendekatan absolut limit ke arah Ketuhanan , yang jelas pasti menjadi warna yang terkotak kotak seperti , Ketuhanan, sosio demokrasi, sosialis , liberalis . Demokrasi sendiri kemungkinan tidak sama dengan liberalis, inilah pokok bahasan yang bisa panjang dan rumit, wah penjelasan pemikirannya panjang mas no 2. saja belum , nanti di lanjut ya tapi no 2. lebih mudah di jawab kok mas
Komen dari Gugun:
Aduh Bro sory dulu, aku sedikit nyingkirin idealismeku untuk hari-hari ini buat semua orang yang telah baik kepadaku, jadi lain kali aku ngasih tau OK. emang buat apaan kok serius amat.
Salam 7.
Komen dari mas Aan:
3. Kenapa aku pertanyakan (ini juga serius, sungguh!) mestinya aku bertindak.
Idealisme dan pragmatisme adalah langit dan bumi, kita hidup di tengahnya. Mimpi dan kenyataan hidup. Yin dan Yang.
Jadi berhentilah bertanya, tapi biarkan idealisme dan pragmatisme itu berproses dalam kepalamu, turun ke hati, masuk perut, lalu dibuang ke wc. Begitu tiap hari.
Selamat bermetabolisme!
Leave a Reply