Sajak lepas
June 20, 2007
Karena ia menghadirkan malam
Di penghujung pagi yang sepi
Memaksa aku mengecup pipinya
Di antara sekian puluh pipi yang ingin aku kecup
Dan sejak saat itulah aku mengerti nikmat onani
Sampai kadangkala hatiku jadi lokalisasi baru
Yang mau tidak mau membuat aku menggonta-ganti keadaan
Agar bangunan yang ia ciptakan tidak roboh seperti sedia kala
Ini bangunan ia ciptakan setelah aku kecup pipinya
Padahal ia paham betul jika aku semacam ketidaktertauran
Tapi sepertinya ia paham benar tentang makna kehangatan
Jadi akhirnya, rumah ibadah ini berdiri tanpa canggung sekitarnya
Dan beginilah cinta
Koyak moyak tanpa perasaan
Sering berdebar sajak sajak
Menekan-nekan mengharapkan cumbu rayu lagi rasa
Dan jika sudah seperti itu, aku kembali pasrah seadanya
Kubiarkan hatiku meloncat-loncat antara malaikat dan setan
Memang terlihat tak memiliki prinsip, tapi bagaimana lagi
Gadis yang membentukku sudah mati dan akhirnya aku bengong sendiri
Leave a Reply