Sekali ini ia berdiri
June 20, 2007
Sekali ini ia berdiri. Penuh sadar
memberi warna pada diamnya. Hilang penyangga
segala pertanyaan. Bersama senyumnya yang bagaimana
mewangi putih. Dan secara pasti menjadi pelangi.
Sekali ini ia berdiri. Jadi sungai
dimana aliran adalah sukma. Tanpa tepi
mendekati langit. Lalu secara sederhana ada mengerti
menambah isi. Membentuk rimba raya untuk semesta.
Sekali ini ia berdiri. Sendiri
menghadapi ramai dan sepi. Di sekitar
tetap rahasia. Abu abu. Tanpa kesepadanan
bahwa ia kemudian paradoks. Sakitkah ia
Leave a Reply