Puisi, merupakan salah satu dari begitu banyak bentuk karya sastra. Pada beberapa sastrawan, puisi dianggap sebagai induk dari semua karya sastra. Analoginya, jika ilmu filsafat adalah induk dari semua bentuk ilmu pengetahuan, maka puisi adalah induk dari karya sastra. Setiap manusia di dunia ini bisa membuat puisi, siapa sih yang tidak bisa membuat puisi?Merangkai beberapa kata menjadi suatu frasa, majas atau pengertian kemudian disatukan lagi hingga mencapai kesan kesan tertentu. Mudah!

Sebenarnya saya tidak terlalu memperhatikan dunia perpuisian Indonesia secara mendetail dan terperinci tapi kemudian menjadi pertanyaan buat saya, bagaimana si puisi yang bagus, puisi yang indah atau pertanyaan itu saya sederhanakan menjadi apa saja standard-standard agar puisi bisa dikatakan menjadi bagus. Turunan dari pertanyaan itu kemudian adalah siapa sih yang menentukan bagus tidaknya puisi yang kemudian secara langsung maupun tidak langsung menentukan arah perpusian Indonesia.

Semalam saya membaca makalah beberapa sastrawan tentang puisi. Ada yang satir menurut saya di makalah makalah tersebut. Di makalah dikatakan bahwa arah perpuisian dan standard standard puisi yang bagus itu ditentukan oleh redaktur sastra koran koran atau majalah majalah yang memuat karya sastra (puisi dan cerpen). Setiap minggu koran koran harian di Indonesia memang memuat beberapa karya karya sastra para penulis Indonesia. Selain itu, ditambahakan juga bahwa yang mempengaruhi arah perpuisian dan karya sastra Indonesia pada dekade ini adalah para penyair dan penulis yang telah menerbitkan buku buku sastra. Nama para penulis penulis itu kurang lebihnya telah diakui dan kemudian entah bagaimana dijadikan semacam acuan arah sastra Indonesia dewasa ini. Korrie Layun Rampan dalam bukunya yang berjudul "Angkatan 2000 dalam sastra Indonesia" telah memuat nama nama penyair dan penulis tersebut. Tapi bagi sang penulis makalah yang saya baca, ada beberapa nama yang tidak dicantumkan oleh Korrie.

Apa betul standard standard puisi ditentukan oleh redaktur sastra koran dan penyair yang sudah menerbitkan buku?Memang kita akui redaktur sastra beberapa koran Indonesia adalah orang orang yang berkecimpung di dunia sastra Indonesia dan mereka sudah memahami seluk beluk dunia sastra Indonesia. Koran adalah sarana yang tepat untuk mempublikasikan karya sastra seseorang karena selain sifatnya yang massal, sebelum dimuat di sebuah koran, karya sastra memang harus difilter oleh redaktur sastra. Jadi memang ada semacam pengakuan tertentu bagi karya sastra yang dimuat di sebuah koran Indonesia, saya tidak mengingkari hal tersebut. Saya tidak ingin menggugat atau semacamnya, tapi sampai sebegitu besarnyakah pengaruh para redaktur sastra koran koran di Indonesia hingga dikatakan mempengaruhi arah puisi Indonesia?

Dan di makalah yang saya baca semalam, sang penulis makalah menyatakan kita harus menggugat besaranya pengaruh yang dimiliki redaktur sastra koran koran Indonesia. Jadi pertanyaan lagi bagi saya, kalau begitu siapa yang menentukan puisi puisi Indonesia?Para penulis dan penyair yang diakui dan telah menerbitkan buku dan kemudian namanya dicantumkan di buku Korrie?Korrie Layun Rampan membuat semacam daftar para sastrawan Indonesia yang dikatakan memepengaruhi arah perpuisian Indonesia. Hampir semua nama yang dicantumkan adalah nama nama yang terkenal di dunia sastra Indonesia dan nama nama tersebut masih konsisten dan eksis di dunia sastra Indonesia. Tapi sampai sejauh manakah pengaruh nama nama tersebut bagi dunia sastra Indonesia?Sutardji Calzoum Bachri adalah seseorang yang memiliki pengaruh yang paling menonjol di sastra Indonesia dengan membebaskan kata dari makna, bagaimana dengan yang lain? (Ini adalah pertanyaan saya sebagai orang awam dunia sastra Indonesia)

Kemudian dari sini saya mau kembali ke pertanyaan dasar bagi kita kita yang awam dunia sastra dan teknik menulis sastra; bagaimana kriteria seseorang dikatakan talah menjadi penyair atau penulis?padahal semua orang bisa membuat puisi. Membuat puisi itu mudah, sangat mudah. Tapi yang sulit dari puisi adalah bentuk tanggung jawab kedepannya, bagaimana penulis puisi tidak sekedar menulis dan bagaimana penulis tetap konsisten dengan kegiatan menulisnya tersebut.

Di toko buku saat ini banyak beredar novel novel pop yang rata rata bercerita tentang kehidupan remaja, sering disebut dengan teenlit. Begitu banyaknya novel novel jenis teenlit bermunculan sampai kadang kadang di toko buku tertentu disediaka tempat khusus bagi novel jenis teenlit. Para penulis novel teenlit kadang kadang lupa mereka harus terus konsisten dengan kegiatan menulis mereka, tidak hanya sekedar numpang lewat saja. Ini satu contoh.

Akhirnya saya beranggapan menulis sastra itu mudah dan saya yakin semua orang bisa melakukanya. Yang sulit adalah menjadi penyair, karena didalam kata penyair banyak tanggung jawab yang harus dipikul. Dan di dunia kepenyairan Indonesia yang aneh ini, menjadi penyair adalah sesuatu yang sulit sulit gampang.

One Response to “Belok kanan biar bisa ke kiri (Sebuah tulisan absurd dan putus di tengah jalan)”

  1.   KELAYUNOVIC said:

    sala kenal,
    sebuah tulisan yang menginspirasi buat saya,kapan2 kita share blogs atau apa aja yah. Visit dan kasi saran blogsku at :
    http://www.senjakuta.blogs.friendster.com ATAU : http://www.sceneofme.blogspot.com...
    makasih,
    salam^_^

Leave a Reply