Laki laki masjid

November 22, 2007

Laki laki itu datang biasanya datang 45 menit sebelum ashar. Kaos oblong putih, celana batik, tas cangklong dan sebuah iPod adalah kebiasaanya. Aku merindunya.
Padanya terasa fitrah yang begitu sederhana dan berwibawa. Antara sesuatu yang mengikat dan sesuatu yang membebaskan.
30 menit menjelang ashar, dia mengganti pakaianya menjadi baju koko dan sarung ditambah sebuah peci putih. Kemudian dia berada di shof terdepan, membaca Al-quran.

Kini aku rindu padanya. Aku tak ingin menegurnya, menyapanya, mengobrol denganya atau apapun semacamnya. Aku hanya ingin tersenyum memandang fitrahnya.

Esok datang penuh hangat

November 21, 2007

Ini sepi aku hadiahkan pada sesal

Pada rasa yang kosong dan demikian
Begini inikah
Inginya aku
Menanti
Lari

Ini
Cinta

Sampai
Tidak disini

(Dan kau duduk lelah keringat pandangi ini. Aku bayangkan kau memikirkan sesuatu yang bernama hati sebagaimana saat dulu kau hadiahkan sebuah perasaan pada seseorang dengan derita cerita lelaki dalam bayangan. Kuharap kau masih duduk lelah keringat dan masih terbakar semangat melawan perjalanan sebuah emosi manusia. Mari kawan, kita berada di garis terdepan seorang lelaki dan tetap seorang diri. Kawan, kita tetap jamaahNya yang sendiri. Kuatkan!!Ini cerita tidak sekedar buaian!!)

Geblek Pangeran Mangkubumi

November 18, 2007

Bangku hijau panjang
Tepian matahari
Deras laju belakang
Kita jamaah sendiri

Bangku hijau panjang
Lesung putik senja
Ini henti jangan dibuat dendang
Sebab dosa nanti berasa cinta

Bangku hijau panjang
Gadis manis kering sendiri
Meragu lelakinya di seberang
Macam itu, abang danu siap ganti adinda punya hati

Secangkir

November 18, 2007

Ini pagi kucatat saat kupu kupu dan hijau dedaunan bermain sandiwara
cinta di tengah kumpulan reaksi emosi sewaktu mendapatkamu
terbuka menghadapi selembar kertas bermusim daun daun kering
Dan lalu kau menangis membersihkan guguran dedaunan di hatimu

Itu tangis kucatat saat angin dan sejuk matahari saling berbincang
mencoba mengartikan basah gerimis di sudut tarian senyummu
saat melihat kau bersenda gurau dengan hatimu yang mengharu
Dan lalu kau menuangkan teh hangat ke cangkir kesayanganmu

Itu cangkir dulu pernah kucatat saat dingin hatimu ditemui senyum lelakimu
: "Tetap tersenyum agar hatimu tetap bahagia
  Walau pikiranmu terluka
  Love you babe…."

Tepi kali sebuah desa

November 17, 2007

Tiga bidadari
Tepi kali
Tersenyum melati
Loncat bebas sambil teriak ingin mati

Tiga wajah rahasia
Tepi kali saat senja
Duduk tanam sederhana
Bisingkan seluruh desa hingga amarah

Tiga rahasia berwajah bidadari
Tepi kali saat senja hujan
Penuh sederhana yang melati
Bangunkan tidur manja gundukan kekonyolan

Menuju rencanamu

November 17, 2007

Rahasiamu terbuka satu per satu berbuah rindu
Gerimis berlarian menuju garis tanah ibu bumi
Perhentian yang kau siapkan sedari tadi direbut sebagai cerita
"Aduh, kenapa kata menggenggan luka dermaga"

Luka di dentuman ruang keseharian menyengat hujan
Merah darah perbatasan iman merebah resah
Pisau, petir, airmata kau genggam menuju dendam
Senja esok hari kau buka lebar malam ini

Guguran jarak menengadah pada sebuah arah
Sesekali ini kau siapkan samurai di matamu
Angin kau tenggelamkan dengan setuas amarah
Beberapa ciuman kau selipkan di mantra mantra batu

Beku kutuk tunjuk rangka sesuatu berwarna pucat
Puluhan kali kau buntu cahaya agar pekat makin cepat
Malam lekat, bulan mati, bintang berhasrat legam
Kau katupkan diam di pagi yang sudah kau genggam

Sejumlah hitam awal resah yang terlanjur panjang
Kau ungkap cerita kau buat sebentuk neraka
Hitungan detak, hitungan kekuatan, hitungan tikaman
Telapak tangan sudah terkepal akan deras yang makin kerontang

Butiran butiran dingin bersandar kuat di kulitmu
Putih nanah kau hiraukan sebagai susu. Pedih makin segar
Ujung gambar langit kautarik membelit bulu bulu laut
Kemudian wajah sederhana yang berdarah darah
Itu menuju rencanamu

Lelah

November 17, 2007

Ah puisi, aku ingin sekedar hadir di ruang sejuk. Tempat hangat
berwarna rumah rumah dan surga tanpa labirin

Ah angin, aku ingin bermain warna warna di putihNya. Tanpa dosa
walau kadangkala harus kusematkan sendiri

Ah wanita, aku ingin dimainkan kuncup kuncup melati. Mewangi putih
berlatar belakang ibu bumi berhias air gerimis

Ah kelaki-lakianku, aku ingin berisik seluruh sepi. Memaki maki
tidak sekedar jalankan perintah nasib

Malam malam yang buat aku mengeluh. Entah berada. Atas air mata
Mendekati fakirkah ini syair. Sebab rindu hanyut. Disenyumi bidadari
Rimbunan kuncup melati, siluet bulan mati. Gerimis labirin

Handphone berbunyi
Instingku mati
Malam ini
Onani

Rayuan laut

November 17, 2007

Ini lautan kau lagukan penuh merdu
Angin angin garam, terik terik buih lajukan lagu perahu
Laju, laju, terus laju hingga kiblatku utuh seluruh
Setiba di pantai beri aku ikan bakar dan senyum ibu

Duhai kau wanita berambut jelaga
Susupi aku di kata, buai asmara dan dendang jenaka
Hingga kerontang seluruh entah

Dan dermaga jadi masjid tempat kau syairkan merduNya

Tentang mbak isty

November 16, 2007

Garis Satu Warna

Itu waktu… meragai diri oleh bunga kuncup putih yang putik sarinya lerai dan kuntumnya lunglai dengan langit tanah biru tua dan bulan berwarna pucat pada suatu malam dengan garis satu warna

Dengan garis satu warna, mengurai juga sebuah wajah senyuman yang matanya terkatup dengan langit tanah hitam kelam pada suatu hari terik tepat saat terlahir puluhan kali

Masih dengan garis satu warna, ada juga rumah yang rangkanya hitam dengan langit tanah putih pada suatu siang, malam dan pagi di atas gundukan-gundukan bumi…

Saya buka blog ini dengan puisi seorang teman. Seperti saya bilang, puisi ini manis banget, ngingetin saya ama puisinya D.Zawawi Imron. Saya sendiri dah lama g bikin puisi dengan gaya yang agak agak surealis model ini.

Sebenernya aku pengen nulis tentang seseorang yang bernama Heri Latief, fotonya dah nampang di FSku itu, tapi kayaknya udah terlalu banyak pujian, kritikan dan omongan tentang orang itu, jadi, kapan kapan aja deh.

Saya pengen cerita apa ya?Saya sekarang lagi denegrin lagu "Tawazun". Waktu saya nrima lagu ini dan pertama kali dengerinya, saya langsung ngasi nilai 7 pada penyanyinya, tapi kayaknya saya sekarang mesti ngasi nilai 8 buat lagu ini. Tiap saya online di warnet saya pasti ngedengerin lagu ini, soalnya beatnya enak, dan kalo kita di YK, silahkan liat bagaimana militansinya orang orang ini di tembok perempatan hotel melia pulosari, di belakang pasar beringharjo, dan di berbagai tembok tembok yogya. "TEMBOK KAMI TAK AKAN RUNTUH", "TAWAZUN", "PIXELCLIIPS"

Apa lagi yang saya ceritain ya?Embak OP cafe CnC, saya sudah tau namanya, namanya isti, g cakep cakep bgt se, tapi asek orangnya. Satu lagi, OP cewek warnet malem ini, namanya ratih, chubby anaknya, imut deh…..

Apa lagi ya?Soal ubur ubur. Ga ngerti knapa saya lagi kangen berat ama ubur ubur!Kamu dimana!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Apa lagi?Mbak isti dah mbalik ke kosnya…slamat jalan isti…..mmmuuuaaaaccchhh…….

????Saya lagi keabisan stock kata kata dan tema buat puisi!!

Apa lage?Saya pusing ama cewek bandung!Ima, aku butuh saranmu sebagai cewek jakarta!!!

Apa lage ya?Peter Pan. Dua lagunya yang dkasi judul "Di balik Awan" ama "Menghapus jejakmu", beda banget ama musik PeterPan yang dulu dulu, lebih enjoy di telingaku…hhhmmmm…sukses dah !!!

Apa lage?Besok malam saya punya janji ama warung depan warnet, dia mau bikinin saya lalapan pete!yummy……

Udah ah ya say, mau chat ama temen ne….

Doain mbak isti nyapa aku ya……..

———————————————————————————-

Ini adalah bab ke dua dari tulisan ini. Penyebab tulisan ini menjadi dua bab disebabkan oleh karena saya mengalami sindrom lupa dan cinta menulis di blog.

Bila kita masih capek, artinya kita masih bergerak. Soal "gerak" itu membuat kita maju atau mundur, atau tenggelam bahkan karena terpaksa mengubur diri dalam-dalam akibat tembok tebal menghalangi gerakan kita, atau kita yg pura2 ga tau ada tembok di depan & belakang? Halah ngomong apa aku ini..

Itu mesej dari temen ketika saya mengeluh saya capek ke dia. Okay, satu hal yang pengen saya jelaskan tentang diri saya: saya bukan aktifis!!!Jadi jangan gunakan kalimat kalimat motivasi yang berbbau aktifis seperti ini!!!!Benci aku…kekekkekekeke…….Yah, itulah teman saya, seorang aktifis kelas propinsi yang baru selesai dari segala kesibukanya!Nice see you again bos!!kekekkekeke….dasar!!!

Ternyata mbak isty g nyapa saya…iks..cedih bbooo…….

Apalagi?auk ah gelap!mungkin ada bab ketiga dari tulisan ini

Pergi

November 16, 2007

Kata di jendelaku sekedar pajangan
Atas dirimu, penamu dan kertasmu
Tentang sedikit jarak cinta yang merekah
Atau bagimu kita adalah samudra itu

Di udara ini seseorang pergi
Menyatu lalu beradu lalu ditelantarkan
Dan embun kembali basahi bulir padi
Kapan dia menjadi kita

Matahari terbit,
Engkau pergi di puisi