Kepada Pancasila

January 23, 2008

Maaf, karena seseorang, kami harus melupakanmu dulu

E-mailmu

January 23, 2008

bercerita ayat ayat Tuhan
dengan naifmu
aku merasa kecut

Kakekku jagoan!!

January 23, 2008

3, 5 juta mati di kasus PKI
200 mati di kasus Priok
200 mati di kasus Santa Cruz
8000 mati di kasus Irian

Mr. Smilling General

January 23, 2008

selalu tersenyum
agar belang tak terlalu
banyak kelihatan

Atas nama sakit

January 23, 2008

Karena kesehatanmu sedang sakit
Karena manusiawiku juga sakit
Kali ini kau kumaafkan

Qisash

January 23, 2008

Duh kek, nabi Muhammad saja ikhlas
dicambuk Ukasah. Kenapa engkau tidak?

Ngomongin apa ya?

January 20, 2008

Mumet!Perempuan?Nambah nambahin mumet ae jeeee….

Wes ah embuh……. 534914024_95a6ba22e51

Rihanna……PON DE REPLAY dan FINAL GOODBYE

Kapan punya pacar kayak gini ya?

Sang kakek

January 20, 2008

Kakimu ingin tidur, kek. Biarkan ia sejenak.
Ciptakan ruang di entah kapan. Agar dendam bisa bersampan.

Sekarang kau harus cipta hangat.

Di sawo sawo kecik. Di pohon pohon mangga. Di bunga bunga mawar.
Di sabda sabda pembesar. Di cerita cerita pemuda. Di darah darah pejuang.

Tidak sekedar kekalutan kata.

Cengkraman asap.
Telapak dendam.
Jemari luka.
Kesederhanaan peluru.

Seperti peluru yang kau masukkan di dada Wawan.
Yang dengan begitu sederhananya hanya menjadi ucap.

Ah, kek, sudahlah!Kuajak kau berhenti dengan ilusi.

Utopia

January 20, 2008

Jika memang semua mata sudah membuat ingatan. Kau cipta budaya. Tarian tarian cakap. Bentang bentang sayang. Dan puisimu akan mati menjadi sajak sajak bertanah cinta berperam ceria. Aku akan tetap dengan abjad. Susunan susunan jerat ingin kutebar lalu kucecer lalu mungkin siapa tahu bisa kukisahkan sebagai sketsa sketsa kehidupan panggung. Jika mungkin nanti ada ketakutan yang membuat nafas menua, biar cerita saja yang membuatnya membuka jendela, menghirup segala sari sari dan putik putik kembang jejak yang selalu kau khatamkan dengan cara malaikat.

Dan bagaimana mungkin kita bisa menjawab tanya tanya masa lalu. Bukan tentang kisah ragu. Kita terlalu lelap. Dan kanak kanak kita memaksa kita beristirahat. Tapi waktu memang belum lindap.

Di friendstermu

January 20, 2008

Kemana pergi kenyataan ruang
Tinggal jejak hujan optik
Di ketinggian abjad debar kisah

Kutelusuri panggung panggung pixel
Senyummu yang bungkam berjalur
Narasi tandus lakon malaikat