Sang kakek
January 20, 2008
Kakimu ingin tidur, kek. Biarkan ia sejenak.
Ciptakan ruang di entah kapan. Agar dendam bisa bersampan.
Sekarang kau harus cipta hangat.
Di sawo sawo kecik. Di pohon pohon mangga. Di bunga bunga mawar.
Di sabda sabda pembesar. Di cerita cerita pemuda. Di darah darah pejuang.
Tidak sekedar kekalutan kata.
Cengkraman asap.
Telapak dendam.
Jemari luka.
Kesederhanaan peluru.
Seperti peluru yang kau masukkan di dada Wawan.
Yang dengan begitu sederhananya hanya menjadi ucap.
Ah, kek, sudahlah!Kuajak kau berhenti dengan ilusi.
Leave a Reply