Utopia

January 20, 2008

Jika memang semua mata sudah membuat ingatan. Kau cipta budaya. Tarian tarian cakap. Bentang bentang sayang. Dan puisimu akan mati menjadi sajak sajak bertanah cinta berperam ceria. Aku akan tetap dengan abjad. Susunan susunan jerat ingin kutebar lalu kucecer lalu mungkin siapa tahu bisa kukisahkan sebagai sketsa sketsa kehidupan panggung. Jika mungkin nanti ada ketakutan yang membuat nafas menua, biar cerita saja yang membuatnya membuka jendela, menghirup segala sari sari dan putik putik kembang jejak yang selalu kau khatamkan dengan cara malaikat.

Dan bagaimana mungkin kita bisa menjawab tanya tanya masa lalu. Bukan tentang kisah ragu. Kita terlalu lelap. Dan kanak kanak kita memaksa kita beristirahat. Tapi waktu memang belum lindap.

One Response to “Utopia”

  1.   C yAkUw said:

    kata2 y sngt imajinatif…. #salut… :D

Leave a Reply