Suatu waktu aku harus mengubur rindu. Rencana-rencana menjadi jarak tak tentu.
Mungkin waktu memang berhasil merenggut tentangmu. Dan aku tak tahu bagaimana
ungkapkan alasan alasan masa lalu.

Waktu memang terlalu rumit untuk
direntang.

Hingga dedaunan sudah berwarna coklat dan siap gugur, aku
masih menarasikan cinta. Di beranda tempat kau biasa sajikan teh hangat, ada
kisah yang begitu sempurna. Bersama rimbun harum bunga melati. Bersama sajak
yang rahasia.

Dan ketika dedaunan sudah berguguran menutupi tanah, engkau
masih saja terbaring di kamar usia. Penuh seluruh. Bermimpi tentang jasad dan
helai helai rambut yang terus menerus bermusim hijau utuh.

Leave a Reply