Gelegak

May 9, 2008

                                     : untuk Tya (di kamar kos, semoga)

Perempuan
Jam satu malam
Luka musim
Sigaret
Dokter
Gelar master
Flexy
Aspahani
(diselingi perempuan lain)
Bonnie
Nomer XL
Cerpen. Aku diseret
Suaramu. Ingin
Suaraku
Tangis. Lalu kamar kos. The changcuters. Suara. Kamar kos.
Perbincangan belum berlanjut. Malam. "Ada mantanku" mengakhiri, samar. Kamar kos
SMS. Kopi. Sigaret. Sakit. Puisi. "Aku rindu ibu" suaraku "Mungkin kau memiliki"
Kamar kos. mati sendiri. Luka. Kau. Bukan aku. Bukan aku. Bukan aku. Kamar kos

(Seingatku. Semalam awalnya
Makan malam
Luka. Tidak termasuk ya?)

Sebuah sesuatu

May 7, 2008

Seperti siang yang pesta meriang
keringat-keringat ingatan. Matamu
dan matahari bertentangan. Saling tersesat
dalam terkaman. Gelegak air mata dan kitab
peradaban. Gadis perawan di serial mamamia
sambil mengingat rayuan pacar semalam. Tenggelam.

Seperti siang yang keranjingan gelombang
jalang serapah. Semangat jelang malam. Diam
matamu. Kesakitan oleh arah. Pertanyaan
berjejeran rapi. Fatamorgana. Yang akhirnya gelak tawa
ibu muda meningkahi anaknya di dunia taman pintar
sambil menelpon kekasih perempuanya. Luka-luka agung.

Seperti siang yang selalu telanjang
dan mimpi yang tak pernah bernyali. Selanjutnya sepi
bagian paling terkutuk. Matamu
menunggu satu per satu. Seentah rahasia
celoteh riang wanita usia pertengahan
sambil bercumbu-cumbu bibir dengan lelaki simpanan. Aih cinta

Romansa vagina

May 5, 2008

Bintang di malam
Merajam-rajam luka
Rahasia hasrat-hasrat doa

Igauan perih ganjil
Sekujur harap dahaga
Cemas beranjak belukar

Sembunyi di kekasih
Airmata tak letih
Ruang sunyi terbangun

Roman cinta berkumpul
Roman syahwat bergeliat
Roman hening bercakapan
Semesta tubuh menunggu
Dalam kelamin

Tanda cinta?

May 5, 2008

Tubuh kita menghamparkan tanya-tanya di sekitar kekosongan nafas. Mengganggu waktu. Nyinyir ini sunyi dan tangis makin miris. Sudah mulai gerimis. Segala rindu tak mau menjawab. Bibirmu pun masih sunyi.

Senyap udara terus menyanyat. Hujan meayu rembulan. Dugaan-dugaan menjadi genangan. Kita masih belum paham hampanya cuaca. Angin juga tak mau mengerti air mata perempuan. Kelam malam menghantar gelap.

Lampu-lampu memadamkan cahaya. Kita berdua. Kenangan jantungmu yang berdegup melagu. Di telingaku ada perjalanan. Bening-bening air mendidih, mengajak mendaki puisi. Kamar ini pengap. Tak ada cinta mendekap.

Tak ada cinta mendekap. Mungkin baiknya cinta kita keluarkan dari rahimmu. Tak ada cinta mendekap.

I/
Kemarin sudah kau berlagu merdu di kupingku. Sampai sepi
semua ramai kuping yang berbisik tentang kita. Ditinggal sendirian di kuburan
segala-galanya dendam. Pada orangtua dan cerita zaman. Kau tunjukkan
senyuman. Khas bahagia. (seakan kau telah berbisik "I Love You" padaku)

II/
Di jejeran jemarimu. Ketrampilan menampar itu. Diamku
kau sebut banci betina itu seperti aku. Sebab sepi tak kunjung
memberi benci. Mungkin kutukan pada ikatan tentang rumah.
"aku sendirian di samudraku, temanilah aku kawan." Sepi
bersunyi-sunyi di mulutmu. Aku sendiri.

III/
Kau ingin mati. Malioboro tawarkan panasnya lampu. Aku terbakar.
(kemana perginya udara. Aih kebebasan, kenapa sebegini mahal)
Aksara dedaunan mangajak bercanda. Kau ingin mati. Aku hening saja.
(kelu seleuruh perjalanan. Aih perasaan, janganlah sebegini kejam)
Aku terancam. Pagi sudah menjelang. Kau ingin mati.
(Vredeburg berdongeng tentang kematian. Kau berkisah tentang rahim)

Sajak dendam

May 4, 2008

Air mata membakar sebagian cintamu
di kelu matamu
kau sembunyikan rahasia kesabaran

Betinamu bercerita perihal hasrat
ke mana arah
duka-duka yang membakar cintamu dan diriku

Kau lalu penuh sendiri. Hampir mati
mengawasi senyum
besi-besi bersedih akan hati yang pasi

Entah kapan perbincangan berawal
dari sajak vagina
Tuhan menjaga kerapian dusta

Sebuah perempuan

May 4, 2008

Ini sudah pagi perempuan, sudah saatnya kita bangun subuh, membuka kandang ayam yang penghuninya sudah ingin pamerkan kejantanan. Bagaimana tidur sang kucing, atau mungkin dia sedang menikmati hasil berburu tikus semalaman tadi. Burung perkutut ingin aku pulangkan ke kakek nanti siang, aku bosan memeliharanya, tak bisa dapat kesenangan darinya. Bangunlah perempuan, kau ingin secangkir coklat atau teh hangat?Bangunlah perempuan, pergilah ke gereja, baktikan air matamu di sana.

Ayo perempuan, aku keluarkan sepedamu ya?pergilah kau mandi, jangan bermalas-malasan seperti itu. Sudah saatnya kita bercerita pada jalanan dan salib tentang air mata Yesus yang tumpah di derita kaum manusia. Baiklah, kubuatkan saja coklat hangat dan kudidihkan air untuk kau mandi. Aku ingin kau terlihat segar pagi-pagi ini. Agar Yesus makin tumpah ruah di jalanan, disebut-sebut penuh hikmat. Ayolah perempuan, kaulah sang pioner Yesus, kaulah bentuk kasih Maria, kaulah tragedi yang menggemparkan dunia, ayolah perempuan, jangan kau bermanja-manja denganku.

Duhai Yesus, bangunlah di semua jiwa perempuan ini.

Perempuan, ayo, sibakkan selimut, berbaktilah pada kaum-kaum yatim, dan berilah makna di segenggam nasi suapan para penderita dunia. Engkau Theressa perempuanku, ayolah, inilah saat kau harus bercinta kembali dengan kaum papa. Aihh…kekasih Tuhan. Duhai Bapa, ayo Bapa, bangunkan perempuan ini, biar dia kembali bercinta dengamu, penuh seluruh, seperti selama ini, ayo Bapa, bantu aku. Perempuan, air sudah mendidih, saatnya mandi, aku siapkan roti ya?agar perutmu terisi, agar cintamu tak kehabisan di tengah jalan. Ayo perempuan, bangun dan segerlah mandi. Untuk berdarma bhakti.

"Kekasih, aku ingin masuk Islam" desismu setelah minum coklat. Lalu membuka celanaku dan berkomat-kamit atasnya.

Lagu busuk

May 4, 2008

Aku kehilangan lagu tentang cinta. Seingatku masih sempat kutaruh di winamp.
Aku mencari hingga seluruh flashdisk kubuka semua, satu per satu. Ada virus masuk.
Kumpulan CD MP tiga tak lupa kuperiksa. Layar milikku tampilkan semua. Speaker kembali bunyi.
Handphoneku kuambil, siapa tahu lagu yang kumaksud tak sengaja masuk situ. Aih, lagu Mariah Carey yang ada.

"Bukankah otakmu sudah hapal betul lagu itu?" seorang temanku menyambut keluh kesahku. Begitulah
aku mudah hapal lagu cinta itu. Di dalam kepalaku kucari, mungkin suara biduan wanitaku itu terselip
di antara hentakan Red-Hot atau Mulan Jameela. Mungkin di hatiku. Mungkin di testoteronku (lagu ini
sempat kujadikan pengiring saat aku nonton bokep). Suara adzan maghrib mulai terdengar. Aku masih mencari.

Aku hubungi kekasihku. Terakhir kulihat dia bernyanyi lagu tentang cinta. "Aku tak memilikinya,
bukankah ini sudah maghrib?pergilah sholat". Jadi bebal kepalaku. Adzan juga ikut-ikutan bebal

Beberapa dokumen terinfeksi virus. Aku ingin membusuk.
Speaker adzan dan lagu beradu. Aku lalu busuk.

Suara wirid mengajak merayuku ke masjid, padahal laguku belum ketemu. Ya Allah, aku ingin mengutuk.
Dengan busuk kulilit sarung dan baju, ke masjid. Muadzin teman baruku menyambut; "kami punya kejutan"
Kuduga muadzinku akan memberikan laguku. Senyum jahil dan berlagak ikhlas pasti terkulas nanti.
Aku sholat dengan mengutuk-ngutuk laguku yang bersembunyi. Allah diam saja tak peduli (mungkin Dia
sedang mendengarkan laguku yang telah dicuri dariku). Aku sholat mengutuk lagu cinta, muadzin. Dan pikiran.

Usai sholat aku ke tempat wudlu, mencari segarnya air. Aku sudah busuk, dan laguku tak ketemu.
Muadzinku tertawa sambil membawa sepotong roti dan sebotol teh hangat, menyuruhku mendermakanya ke pengemis.
Di tempat pengemis aku berkata "kau siapa?begitu hebat bisa menarik perhatian muadzinku"
Sang pengemis berkata "akulah masa depan dan masa lalu hasil kau memutar lagu cinta yang kau cari itu. Akulah
Sang Maha Winamp tempat kau bercinta-cumbu dengan seorang wanita lembut yang kuhasilkan dari mulut ibaku"