Setelah malam perayaan
June 20, 2008
Cerita berbaju baru di video dan lagu Letto
"Aku berlarian di negri tawa yang
dibatasi tembok"
Nostalgiamu di kecapan kesekian kali sambal terong
Milik
cina tua yang selalu sewot
Teriakanmu; "Ibu, aku cinta
padamu!!"
Mengental dalam ke-dua-an kita
Bersetubuh di wajahku yang
bersejarah
Lubang-lubang untuk tanah sisa
Pekuburan
Cinta
bermaklumat: "Kelamin bukan keheningan"
Malam hitam
June 20, 2008
Saat aku semacam apa
Lalat-lalat bersahutan
Ceria ada luka
bernanah
Saat dunia berjalan ke surga
Surgaku pentium empat
Ada
tangis vagina jika
Sendirian diperkosa bulan
Dan Winamp
mereguk
Bayangan sisa jantung
Surgaku kertas warna vanila
Cinta
seharum kembang merah
Dusta tak sampai pada dia
Vagina hitam rasa
tarian bunda
Surgaku berjalan
Dunia hijau, biru, putih
Keengganan
jasad mimpi
Bait ranjang
June 20, 2008
Duka berayunan di ranjang. Sarung bantal samudra
tangis-tangis yang berarti
mimpi. Hatimu sekarang
dipan renyot. Untuk sesiapa yang jenazah.
Cahaya.
Mati dan mati. "Aku ingin usai" diammu "sendirian."
Ranjang
menghakekat luka. Kapuknya menyiksa.
Engkau tak jua berhawa surga. Ada yang
bicara.
Penyair di sebrang jantungmu. Mabuk. Bantal inikah
yang berhasrat
gaib. Sedangkan sunyinya
Puisi tak memiliki bidadari