Siklus

June 26, 2009

seandainya hujan menjadikanmu lembut
seperti langkah-langkah air ke sungai
seperti payudaramu yang tak besar-kecil
aku tinggal membenahi rindu di cintamu

seandainya jendela menyinarimu dengan senja
tak ada retak-retak atau kecemasan dalam kamar
atau pikiran bagaimana mesti hidup bahagia
tentu sudah kusudahi tubuhmu yang membentuk malam

seandainya bulan sabit adalah bahan tertawa kita yang baru
dengan segera kutemui kejujuran, dengan suara ibu
aku yakin memilih siapa saja yang masuk percakapan kita
untuk mengurai masa depan dan membantu membangun rumah

seandainya bintang benar bersinar di wajahmu
segala tempat dan halaman hanya tahu tentang kenangan
dan bunga mawar di sekitar bandara menyebut-nyebut waktu
sebagai prosa sebelum kita rayakan perpisahan

Silsilah kesalahan

June 14, 2009

I/
aku rindu membawakan sekantong kado
yang dipenuhi tubuhmu. sedang pagi yang tak hancur
menanar ingatan untuk sekedar menjadikanku tumbal
(dan tak ada hari tanpamu di sana)

tentu di bayanganmu aku menggambar-gambar
bentuk hati dan celengan kerbau
sambil mengemas ucapan musim
di depan jendela

II/
andai kau masih cemas tentang jumlah selimut
yang kita lipat dengan sekarat
sudah kusiapkan gemerincing malam
yang menasbihkan kepergian dengan bau melati

di sepanjang kesunyianmu pun sudah ada ruang
yang akan terus mensucikan tubuhmu
sebab semacam hujan, jarak adalah kesalahan Tuhan
yang terus-menerus kita anggap indah

Melankoli St. Anna

June 14, 2009

Santa anna, bunda pengasih, aku datang dengan sekantong uang
untuk ekaristi yang kuminta darimu
untuk senja dan dingin kipas angin
untuk kopi dan pandangan riuh
untuk kasih yang menjebak

Santa anna, aku datang dengan sekantong cerita
sekerat roti dan lapangan parkir
dan bayangan bulan malam gentar
menuju mimpimu
sebab usia kami belah setahun lalu.
Dan tak mungkin kami catat di KUA